Senin, 11 Januari 2010

Guru Geografi Dituntut Kuasai Internet

Guru geografi dituntut untuk memaksimalkan pembelajaran dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi terutama komputer dan internet. Hal itu harus dilakukan mengingat ruang lingkup pembelajaran geografi banyak dan minimnya jumlah jam mengajar mengakibatkan kurang maksimalnya proses belajar geografi.
Demikian hal yang mengemuka dalam acara seminar dan Workshop Nasional Pendidikan bertajuk Optimalisasi Penggunaan Model dan Media Pembelajaran Geografi Untuk Meningkatkan Profesionalisme Guru Geografi yang di gelar Himpunan Mahasiswa Geografi (Himago) di Gedung Ungu FKIP FKIP UNS Surakarta, Kamis (19/11).
“Jumlah jam tatap muka masih sangat kurang yakni untuk kelas X hanya satu jam sedangkan kelas XI dan XII IPS cuma tiga jam,” kata Gentur Adi Tjahjono, salah satu pembicara.
Kenyataan ini menurutnya, menjadi beban tersendiri guru geografi mengingat mata pelajaran geografi masuk menjadi salah satu bidang pelajaran yang diujikan dalam Ujian Nasional (UN) pada kelompok IPS.
Salah satu upaya untuk menyiasati kurangnya alokasi waktu pembelajaran ini, katanya, melalui pemanfaatan media pembelajaran yang tepat. “Pembelajaran geografi sangat terbantukan dengan munculnya aplikasi Google Earth, karena program tersebut dapat menayangkan kondisi riil permukaan bumi secara nyata,” papar Gentur.
Pembicara lain dari Bakosurtanal, Bambang Santoso mengungkapkan jika media pembelajaran dalam beberapa silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mata pelajaran geografi masih terdapat standar yang belum jelas. “Dalam pembelajaran geografi, skala peta sangatlah penting sesuai dengan topik yang disampaikan. Dengan menggunakan peta skala 1:2.500.000 atau lebih kecil tidak mungkin siswa dapat mengindentifikasi dan membayangkan bentang lahan suatu wilayah dengan baik,” urainya.
Pengenalan peta pertama kali pada siswa idealnya adalah dengan menggunakan peta topografi dengan skala 1:50.000 atau lebih besar. “Siswa akan lebih memahami jarak, orientasi, relief dan ketinggian tempat, unsur alam dan unsur buatan manusia,” jelasnya lagi.
Salah satu guru dari MGMP Geografi Surakarta, Agung Wijayanto menandaskan pembelajaran geografi saat ini memang berjalan tanpa media sehingga menyebabkan pencapaian kompetensi tidak sesuai tujuan yang ditetapkan guru. “Dengan media berbasis komputer diharapkan dapat memberi kemudahan menggambarkan objek geografi yang sulit dijangkau secara langsung oleh siswa,” katanya. (tam)

Tidak ada komentar: